Perantau Cendekia: Pak Direktur, Tolong Buka Cabang Dong...
![]() |
| Sumber: https://bni.co.id |
Perkembangan
fungsi bank saat ini sangat pesat. Hal ini juga dirasakan oleh masyarakat Nias Utara, terlebih mereka yang kuliah di luar
pulau. Saat ini banyak anak-anak Nias Utara yang kuliah di beberapa kota
misalnya di Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Batam, Jakarta, Bandung,
Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan kota
besar lainnya. Hal yang perlu disyukuri adalah kehidupan mahasiswa sekarang bukan
seperti kisah hidup mahasiswa yang dulu.
Menurut
cerita mereka: “Dulu.............. Apabila butuh uang, terlebih dahulu kirim surat.
Surat tersebut rata-rata baru sampai di kampung halaman sekitar satu bulan,
tergantung jarak si pengirim dengan kampung halamannya. Kemudian surat tersebut
dibaca, dipahami, ditelaah dan didengar baik-baik. Rata-rata mereka minta bantu sama tetangga
untuk membacakannya, karena dulu sangat sedikit orang yang bisa membaca. Hal
yang mereka cari tau terlebih dahulu adalah kabar baik atau buruknya sang anak.
Baru hal yang kedua tentang kebutuhan (uang). Apabila minta uang, maka mereka (orang
tua) berpikir dua kali, dan syukur mereka membalas dengan baik, pada dasarnya rata-rata
mereka mengirim secukupnya, kemudian uang tersebut dikirim dan baru sampai
kepada sang anak sama dengan lamanya pengiriman surat yaitu sekitar satu bulan,
itupun kalau tidak diguyur hujan dan hanyut di samudera.”
Untuk
mendapatkan kebutuhan saja sangat rumit, bukan? Begitu ribet dan memakan waktu
kurang lebih dua bulan. Misalnya bulanan atau uang kuliah yang akan dibayar
pada awal Juni. Surat harus di kirim sejak Maret. Apabila tidak, siap-siap
melarat !
Wah......Kalau
sekarang cukup enak. Komunikasi lancar, media sosial selalu update, via bank
juga oke. Apalagi nasabah BNI sangat beruntung di zaman teknologi canggih ini.
Karena BNI menawarkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan. Contohnya saja
BNI Taplus Muda. Berdasarkan info yang
saya baca di portal BNI (www.bni.co.id/id-id/bankingservice/consumer/simpanan/bnitaplusmuda.aspx) dan juga berdasarkan pengalaman saya
sebagai nasabah, saat itu dijelaskan oleh salah seorang Costumer Service cantik pada 2013 lalu di BNI cabang Gunungsitoli. Menjelaskan bahwa “BNI Taplus Muda merupakan produk simpanan dalam bentuk tabungan yang
merupakan turunan dari BNI Taplus dan diperuntukkan bagi kaum muda dengan usia
mulai dari 15 sampai dengan 25 tahun.”
![]() |
| Sumber: dokumen pribadi |
Dari
penjelasan tersebut jenis tabungan ini sangat cocok buat pelajar dan mahasiswa.
Fasilitasnya pun banyak, salah satunya bisa digesek saat belanja, wkwkwk.
Fasilitas ini membuat dompet mahasiswa tidak perlu tebal-tebal. Dan hal menarik
adalah bisa menggunakan foto kesukaan nasabah sebagai desain kartu kredit/debit.
Keren, bukan?
Walau
demikian, perkembangan dan kemajuan aplikasi bank masih belum dirasakan semua
orang. Terutama buat orang tua yang masih tinggal di Nias Utara. Untuk mengirim
uang masih kesusahan, mereka harus pergi ke Gunungsitoli untuk melakukan transaksi.
Karena berdasarkan data yang ada di alamatbank.com,
cabang BNI di Kepulauan Nias cuma dua yaitu di Jl. Imam Bonjol No. 40, Kota Gunungsitoli
dan di Jl. Saonigeho No. 10 Telukdalam, Nias Selatan. Dan mesin ATM tersebar cuma
3 saja yaitu ATM KCU di Jl. Imam Bonjol, Gunungsitoli, ATM BNI Supermarket
Caritas di Jl. Nilam, Gunungsitoli dan
ATM KCU BNI KCU Nias Selatan Jl. Saonigeho No. 10 Telukdalam. Sedangkan
itu jarak antar Gunungsitoli dengan beberapa
kecamatan yang tersebar di Nias Utara pun sangat jauh apalagi ke Telukdalam. Contohnya:
jarak Lotu (ibukota kabupaten Nias utara) ada 55 Km, Kecamatan Alasa ada 40 Km,
Lahewa ada 80 Km dan 8 kecamatan lagi memiliki jarak yang hampir sama. (Sumber: Nias Utara Dalam Angka 2014, BPS
Kabupaten Nias).
Menempuh
jarak demikian butuh perjuangan, apalagi kalau kondisi cuaca buruk dan kondisi
mendesak. Ancaman kecelakaan dalam perjalanan pasti mengancam. Hal ini membuat
kegiatan transaksi bank menjadi tidak efektif
dan banyak masyarakat memilih bank lain yang lebih dekat dan murah.
Nah,
ini membuat perbedaan antara anak dan orang tua. Orang tua memilih bank “A”
karena dekat sedangkan anak lebih memilih BNI, karena memiliki keunggulan
dibanding dengan bank yang sudah ada. Contoh: Aplikasi mastercard mahasiswa sangat menyukainya karena dapat digunakan saat
belanja. Memang di bank lain aplikasi yang seperti itu ada, tetapi biaya
administrasi mahal, bukan tipe mahasiswa lagi tetapi tipe bermodal. Dari
perbedaan tersebut terjadi pemborosan, karena transfer antar bank yang berbeda
memakan biaya administrasi.
Melalui
penulisan artikel ini, sangat baik apabila BNI berkenan membuka cabang di Nias
Utara, jangankan di semua kecamatan. Di Lotu saja sebagai ibukota kabupaten
sudah cukup dengan menambahkan fasilitas mesin ATM di Lahewa, Alasa, Tuhemberua
dan di tiap-tiap kecamatan juga saya sangat berterima kasih.
Dengan
adanya fasilitas berupa kantor cabang dan beberapa mesin ATM, maka masyarakat akan
lebih memilih BNI, karena tergolong murah dan tidak perlu ribet saat transaksi.
Selain itu, dengan dukungan layanan internet ke depan, maka masyarakat tentunya
mencoba aplikasi yang lain seperti internet
banking dan aplikasi lainnya.
Berikut
point plus yang didapat BNI apabila
membuka cabang di Nias Utara secara khusus atau di beberapa daerah secara umum:
1. Semakin
banyak yang mengenal BNI dan mau membuka rekening baru dan otomatis menjadi
nasabah BNI.
2. Menjadi
bank yang tidak sekedar berdiri di tengah kota tetapi menjadi bank yang bisa menjangkau
pelosok.
3. BNI
telah mengurangi ancaman kecelakaan dan telah memberi tanda cinta kepada orang
tua mahasiswa, mengurangi capek mereka untuk melakukan transaksi.
4. BNI
telah mendukung kegiatan pendidikan dan memberi kesan baik kepada pelajar atau mahasiswa.
5. Kegiatan
masyarakat menjadi efesien.
Berikut
beberapa manfaat yang akan didapat oleh masyarakat apabila BNI buka cabang di
Nias Utara:
1. Untuk
pelajar/mahasiswa asal Nias Utara yang sekolah/kuliah di Gunungsitoli atau di
Telukdalam dapat dengan mudah melakukan transaksi, tanpa harus diantar atau balik
ke rumah.
2. Untuk
pelajar di luar pulau, orang tua dengan mudah melakukan transaksi, tidak harus
ke Gunungsitoli.
3. Karena
cabang BNI sudah ada, tentunya orang tua akan lebih memilih BNI dibanding
dengan bank lain. Nah, setidaknya BNI telah berpartisipasi dalam mendukung keharmonisan
antar anak dan orang tua, terbukti bank pilihan mereka sudah sama.
4. Sangat
bermanfaat buat mahasiswa apalagi dalam kondisi mendesak.
5. Mengurangi
pengeluaran yang besar dalam bertransaksi.
6. Membuka
wawasan masyarakat bahwa menjadi nasabah di bank besar seperti BNI, banyak
keuntungannya. Masyarakat dapat merasakan kemajuan yang sangat pesat, mengurangi
jumlah masyarakat gagap teknologi, dan lebih keren lagi kalau sudah menjadi
gaya hidup masyarakat.
7. Menunjang
kemajuan ekonomi dan transaksi cepat di sekitar Nias Utara. Fasilitas bank ini tidak
hanya dirasakan secara khusus seperti orang tua dan pelajar/mahasiswa tetapi
akan dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, seperti pengusaha, pegawai
kantor, petani dan sebagainya.
8. Masyarakat
tidak perlu menyimpan uang mereka di bawa kasur atau menggali tanah yang rawan
kehilangan. Tetapi, saatnya hadir sebuah bank yang selalu menjawab kebutuhan
dan tempat menabung paling aman dan
tepat.
9. Mengurangi
tindakan kriminal seperti pencurian atau perampokkan.
10. Tentunya
ke depan, kegiatan pendidikan, perusahaan atau lembaga lainnya, seluruhnya akan
melakukan transaksi via bank. Seperti, pelayanan di mini market, pembayaran
uang pendidikan, pembayaran gaji kariawan, paket wisata dan lain sebagainya.
Hal ini mengurangi kesenjangan antar kota besar dengan daerah. Dan menambah
daya tarik investor dan juga wisatawan baik domestik atau asing untuk
berkunjung ke Nias Utara. Sehingga, hanya
berawal dari sebuah cabang, menghasilkan
efek pembangunan yang luar biasa di berbagai aspek kehidupan.
Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blogging 70 tahun BNI dengan tema "Pengalaman bersama BNI".





